Daerah  

Gelar Maulid Nabi, Warga Binaan Diajak Teladani Akhlak Rasulullah di Rutan Tarutung

Gelar Maulid Nabi, Warga Binaan Diajak Teladani Akhlak Rasulullah di Rutan Tarutung

Anginbeliung.com | Tarutung – Suasana penuh khidmat menyelimuti halaman Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tarutung saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M digelar Acara yang dihadiri Kepala Rutan, Evan Yudha Putra Sembiring, jajaran pegawai, dan warga binaan ini menjadi momen penting untuk memperkuat pembinaan spiritual di lingkungan pemasyarakatan, Rabu (17/09/2025).

Kegiatan ini, Diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Nasrul Afdah Siregar, disusul sambutan Ketua Panitia. Aziz Indrajanus dengan Kepala Rutan Evan Sembiring. Dalam sambutannya, Evan menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar tradisi, tetapi wadah pembinaan keimanan dan akhlak mulia bagi warga binaan.

“Kami berkomitmen menjadikan kegiatan keagamaan sebagai salah satu pilar utama pembinaan di Rutan. Harapannya, warga binaan mampu meneladani akhlak Rasulullah SAW, menjadi pribadi lebih baik, dan siap diterima kembali di masyarakat,” ujar Evan.

Puncak acara diisi tausiyah Ustadz Andri Lesmana, S.Pd.I dengan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Masyarakat Bermartabat dan Berakhlakul Karimah”. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa keteladanan Nabi Muhammad mencakup kejujuran, kasih sayang, kepemimpinan, dan kesederhanaan. “Maulid Nabi ini seharusnya menjadi momentum bagi kita semua, khususnya warga binaan, untuk memperbaiki diri,” pesannya.

Tak hanya pegawai, warga binaan yang hadir juga menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengikuti kegiatan ini. “Tausiyah yang disampaikan sangat menyentuh hati. Kami jadi lebih semangat memperbaiki diri agar setelah bebas nanti bisa lebih baik dan diterima kembali di tengah masyarakat,” ujar salah seorang warga binaan.

Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno, turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan acara yang berlangsung aman dan tertib. Ia berharap kegiatan keagamaan semacam ini menjadi sarana refleksi dan penanaman nilai religius dalam kehidupan sehari-hari di dalam Rutan.

Acara ditutup dengan doa bersama, Yang dipanjatkan untuk keselamatan kesehatan. Serta keberkahan bagi seluruh umat, bangsa, dan negara. Melalui kegiatan ini, suasana kekeluargaan dan semangat pembinaan humanis diharapkan semakin mengakar di Rutan Tarutung. (Wilson Hutauruk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *